KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT
DOSEN :
Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., C.AC., C.PS., C.STMI
MATERI PEMBELAJARAN :
A. Unsur-unsur Kebudayaan
B. Fungsi Kebudayaan Bagi Masyarakat
C. Sifat dan Hakikat Kebudayaan
A. Unsur-unsur Kebudayaan
Menurut ahli antropologi seperti Bronislaw Malinowski dan Clyde Kluckhohn, ada beberapa unsur kebudayaan yang universal, yaitu:
- Sistem Religi (Kepercayaan): Segala hal yang berkaitan dengan keyakinan terhadap kekuatan supernatural atau dewa-dewa, upacara keagamaan, dan nilai-nilai spiritual yang dianut masyarakat.
- Sistem Pengetahuan: Pengetahuan yang dimiliki oleh suatu masyarakat tentang lingkungan mereka, alam, serta kehidupan sosial, yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
- Sistem Sosial: Cara masyarakat mengatur hubungan antarindividu dan kelompok dalam struktur sosial tertentu, termasuk norma, aturan, adat, serta lembaga sosial seperti keluarga, hukum, dan politik.
- Sistem Peralatan dan Teknologi: Teknologi yang digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, termasuk peralatan, alat-alat produksi, dan cara pengolahan sumber daya alam.
- Sistem Ekonomi: Bagaimana cara masyarakat mengorganisasikan produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa, termasuk pertanian, perdagangan, dan pekerjaan lainnya.
- Bahasa: Alat komunikasi verbal dan nonverbal yang digunakan oleh masyarakat untuk berinteraksi dan menyampaikan gagasan serta informasi.
- Kesenian: Berbagai bentuk ekspresi artistik yang mencerminkan nilai estetika suatu masyarakat, termasuk seni rupa, musik, tarian, teater, dan sastra.
B. Fungsi Kebudayaan Bagi Masyarakat
Dari unsur-unsur kebudayaan yang telah disebutkan sebetulnya sudah membantu kita mengetahui bagaimana kebudayaan berfungsi dalam kehidupan masyarakat, namun untuk mengetahui lebih dalam ada beberapa pandangan para ahli mengenai fungsi kebudayaan bagi masyarakat, yaitu :
1. Koentjaraningrat, seorang antropolog Indonesia, menyatakan bahwa kebudayaan memiliki beberapa fungsi utama, yaitu :
- Pola perilaku: Kebudayaan berfungsi sebagai pedoman untuk bertindak dan berperilaku dalam masyarakat. Melalui kebudayaan, individu mengetahui apa yang dianggap baik, benar, dan pantas.
- Identitas sosial: Kebudayaan berperan dalam membentuk identitas kelompok atau individu, mempengaruhi cara mereka melihat diri mereka sendiri dan dipandang oleh orang lain.
- Kontrol sosial: Kebudayaan berperan dalam menjaga ketertiban sosial melalui norma dan nilai yang mengatur perilaku individu dalam masyarakat.
- Pendorong inovasi dan kemajuan: Melalui kebudayaan, masyarakat mengembangkan teknologi, sistem ekonomi, dan pengetahuan baru.
- Sistem nilai dan keyakinan: Kebudayaan membentuk sistem nilai yang membantu masyarakat membedakan yang benar dan salah serta yang baik dan buruk.
C. Sifat dan Hakikat Kebudayaan
Menurut Soerjono Soekanto, sifat hakikat kebudayaan adalah ciri setiap kebudayaan. Walaupun setiap masyarakat memiliki kebudayaan yang saling berbeda satu dengan yang lainnya, setiap kebudayaan mempunyai sifat hakikat yang berlaku umum bagi semua kebudayaan di manapun juga.
Soerjono Soekanto mengutarakan sifat dan hakikat kebudayaan adalah sebagai berikut :
- Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia.
- Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
- Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan tingkah lakunya.
- Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan yang diterima atau ditolak, yang dilarang dan yang diijinkan.
Sifat kebudayaan menunjukkan bahwa kebudayaan adalah fenomena yang dipelajari, bersifat dinamis, adaptif, simbolik, dan sosial. Kebudayaan juga bersifat universal, tetapi di sisi lain sangat beragam dalam manifestasinya di berbagai masyarakat.
Hakikat kebudayaan menggambarkan kebudayaan sebagai sistem nilai yang membentuk pandangan dunia, identitas, serta perilaku manusia, dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai suatu warisan yang terus berubah dan berkembang.
CASE STUDY :
Westernisasi di Masyarakat Urban Indonesia (Kasus Jakarta).
Kasus : Di kota-kota besar seperti Jakarta, pengaruh budaya Barat semakin terlihat dalam gaya hidup urban masyarakat, mulai dari musik, mode, makanan, hingga bahasa.
Dinamika : Masyarakat urban, terutama generasi muda, mulai mengadopsi budaya pop Barat. Acara-acara tradisional seperti perayaan Hari Kartini atau peringatan budaya Betawi semakin berkurang peminatnya di kalangan anak muda yang lebih tertarik pada budaya populer seperti K-pop atau budaya Barat lainnya.
Respon : Upaya mempertahankan budaya lokal dilakukan melalui kegiatan festival budaya, revitalisasi kawasan budaya seperti Kota Tua Jakarta, serta promosi seni tradisional melalui media sosial dan pendidikan sekolah.
“Kebudayaan memberikan pedoman kepada manusia atau masyarakat tentang bagaimana mereka harus bertindak dan berperilaku dalam menghadapi tantangan sosial.” — Soerjono SOEKANTO
KELOMPOK 3
- SUTAN OLOAN SIMANUNGKALIT 243300020011
- TEPAT PUTRA HAGANTA SITEPU 243300010005
- FENI NASUTION
243300020038 - ELSA LATUPONO
243300020017 - MAKSI MELIANUS UBULUKMA DOGA 223300020014
sumber :
- brainly.co.id;
- buku Sosiologi 1 SMA Kelas X Karya Drs. Andreas Soeroso
- buku Sosiologi 1 SMA Kelas X Karya Drs. Andreas Soeroso
- brainacademy.id

Jika terjadi permasalahan antar Suku maka apa solusi yang bisa ditawarkan?
BalasHapusTerima kasih
mohon dijelaskan konteksnya, permasalahan yg dimaksud seperti apa?
HapusJelaskan Dampak dari Westernisasi di Masyarakat?
BalasHapusterimakasih
tolong dikasih konteks, karena ada dampak positif dan negatif dari westernisasi tergantung konteksnya
Hapussangat bermanfaat, semangat ya
BalasHapusTerima kasih.
BalasHapusselamat soreh,terimakasih untuk materinya....
BalasHapuspertanyaan nya adalah Bagaimana cara agar budaya asing yang masuk ke Indonesia tidak mempengaruhi kebudayaan yang ada di Indonesia?
terimakasih.
jawabannya ada di bagian case study
Hapussangat bermanfaat materinya, terimakasih kel 3
BalasHapusSeperti apakah budaya yang baik dan pantas?
BalasHapusbudaya yg baik dan pantas merujuk kepada norma dan nilai-nilai yg dianggap positif sehingga akan mewariskan kebaikan kepada generasi selanjutnya
Hapusapa peran kebudayaan dalam membentuk identitas suatu masyarakat..?
BalasHapusTerima kasih atas materinya, kita bisa mengetahui lebih mendalam tentang kebudayaan dan masyarakat
BalasHapusSelamat malam kawan - kawan, terimaksi atas materi yang berikan sangat luar biasa sekali
BalasHapusjika di katakan kebudayaan menjadi pedoman kepada manusia atau masyarakat tentang bagaimana mereka harus bertindak dan berperilaku dalam menghadapi tantangan sosial, maka bagai mana tanggapan kawan - kawan dengan fenomena yang terjadi saat ini dimana banyak generasi muda yang sudah mulai melupakan budaya nya dan terpengaruh dengan kebudayaan asing yang masuk, apakah menurut kawan - kawan akan ada pergeseran pedoman untuk menghadapi tantangan sosial kedepannya ? kalo ada bagamana kita harus menyikapinya dan bagaimana pula kita harus bersaiang dengan kebudayaan asing yang sekarang terlihat lebih menarik ketimbang kebudayaan kita sendiri ?
demikian pertanyaan saya terimakasih
Materinya sangat bagus dan menimbulkan pertanyaan, yaitu : "Contohkan dampak buruknya Westernisasi dalam konteks pergaulan di lintas pertemanan berbeda asal negara, serta di mohon penjelasanya, yang di sertai dengan penanggulanganya".Terima kasih.
BalasHapusTerimakasih atas materi nya.
BalasHapus